May 23, 2012 - Uncategorized    Comments Off

TUJUAN HIDUP

Nats : Matius 5:13-16

Dunia kini mengalami berbagai macam kegiatan yang membuat setiap penghuninya mengalami kesibukan. Kesibukan yang dialami oleh setiap manusia di belahan dunia adalah kesibukan yang membawa mereka kepada suatu upaya pencapaian  tujuan tertentu baik di dalam memenuhi kebutuhan utama bagi hidup mereka, maupun jenjang karier yang ingin diraih oleh setiap manusia. Bisa pula untuk mencapai kekayaan dan kekuasaan tertentu yang mampu membawa manusia kepada ketenaran dan penghargaan dari dunia. Banyak juga manusia yang mengorbankan segala sesuatu untuk mencapai kepopuleran, sehingga tujuan hidup semakin tidak jelas. Bagaimana dengan setiap kita sebagai manusia yang hidup dan tinggal di dalam dunia? Apa tujuan kita hidup di dalam dunia ini sebagai orang Kristen?

Dalam firman Tuhan, Yesus mengajarkan tentang menjadi terang dan garam bagi dunia. Beberapa orang Kristen belum memahami garam dan terang tersebut. Apakah kita sendiripun sudah mengerti makna yang sesungguhnya menjadi garam dan terang dunia? Sebenarnya tujuan hidup orang yang percaya kepada Tuhan adalah menjadi garam dan terang dunia.

Menjadi garam dunia berarti menjadi seorang Kristen yang mampu memberi rasa di dalam kehidupan manusia yang khususnya belum percaya kepada Tuhan. Contohnya:menjadi pendamai di tengah pertengkaran. Menjadi terang dunia berarti menjadi seorang Kristen yang mampu menyinari kegelapan yang terjadi di dalam dunia. Contohnya: tidak mengikuti pergaulan dunia yang buruk. Apakah hanya sampai di situ saja makna garam dan terang dunia? Ternyata tidak. Ternyata menjadi garam dan terang dunia membutuhkan komitmen diri yang berupa:

1. Pengendalian diri

Pengendalian diri berarti memelihara serta menjaga diri agar tidak terbawa oleh arus zaman yang kacau. Zaman ini kebenaran firman Tuhan menjadi salah satu pilihan dan bukan menjadi hal yang mutlak dimiliki semua manusia. Akibatnya banyak isi firman Tuhan yang diselewengkan atau dipergunakan untuk kepentingan yang tidak baik. Di dalam memelihara dan menjaga diri agar tidak terbawa arus zaman, maka perlu dari awal memulai diri untuk memelihara dan menjaga firman di dalam kehidupan pribadi. Bagaimana bisa memelihara dan menjaga diri namun tidak memelihara dan menjaga firman itu terlebih dahulu. Oleh sebab itu di zaman ini banyak orang Kristen salah menanggapi firman Tuhan ataupun tidak bertumbuh dalam kerohanian. Tidak ada gunanya memperdebatkan isi alkitab jika tidak mengalami pertumbuhan iman sama seperti garam yang tidak asin lagi pasti akan dibuang sebab tidak ada lagi gunanya atau seperti lilin yang sudah habis dan tidak bisa digunakan lagi sebagai penerang. Andaikan kita sibuk dengan kegiatan dunia tanpa melihat dan mempertahankan kebenaran (segala macam cara halal demi mencapai kebutuhan hidup kita atau kehendak kita) maka kita tidak mampu mengendalikan diri. Tuhan ingin agar pengendalian diri itu nyata di dalam kehidupan rohani orang Kristen. Bukan hanya saat di gereja, namun juga saat berada di rumah, di kantor, di sekolah, di masyarakat, di mall.

2. Penyangkalan diri

Penyangkalan diri berarti berani menyangkal yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Penyangkalan diri memang tidaklah mudah dilakukan sebab akan banyak rintangan dan penolakan dari kehidupan dunia yang penuh dengan kompromi. Penyangkalan diri berarti menolak kompromi sama seperti garam yang tidak akan pernah manis rasanya dan terang tidak akan pernah berubah kegunaannya. Andaikan kita sibuk dengan kegiatan dunia sehingga berkompromi dengan dosa, maka kita tidak lagi menjadi garam dan terang dunia. Ingatlah bahwa menyangkal diri tidak dipengaruhi oleh apapun termasuk oleh kesibukan kita di dalam mencapai tujuan hidup kita ataupun dalam memenuhi kebutuhan utama kita untuk melangsungkan kehidupan kita. Ingatlah Tuhan ingin kita mampu menyangkal diri dari kehidupan dunia yang salah, sebab kitalah garam dan terang dunia.

Aplikasi: marilah kita menjadi orang Kristen yang dapat mengasinkan dunia dan menjadi terang bagi dunia yang gelap. Kesibukan kita di dalam dunia tidak bisa membuat kita merasa lelah dan berkompromi maupun tidak peduli dengan kebenaran firman Tuhan. Sebab firman Tuhan akan tetap ada disegala keadaan dan segala tempat.

Dec 22, 2010 - Uncategorized    31 Comments

Puisi Natal

Natal, Natal, Oh Natal

Natal bukanlah kemewahan dan pesta pora

Natal bukanlah untuk memuaskan

dan menyenangkan diri sendiri

Namun, Natal adalah saat Allah menjenguk dunia

Natal adalah saat Allah memberikan kasih

Yang terbaik bagi umat manusia

Natal, Natal, Oh natal

Seharusnya, Natal adalah saatnya kita menjenguk

Orang-orang di sekitar

Natal adalah saatnya kita berbagi kasih

Kepada sesama manusia

Apakah yang telah engkau berikan

kepada sesama dalam momen natal ini?

By: Dkn. Joni Samad (GKPJ, 19 desember 2010)

Jul 12, 2010 - Uncategorized    22 Comments

KONSEP PIKIR

Seseorang memiliki konsep pikir yang Tuhan berikan kepada umat manusia. Tanpa konsep pikir, maka otak ataupun akal pikiran yang Tuhan berikan sifatnya akan mati. Namun, dengan adanya konsep pikir, maka seseorang dapat mulai berpikir dan mengambil keputusan. bertingkah laku dan memiliki sifat tertentu dipengaruhi oleh konsep pikiran.

Kadangkala konsep pikir yang harusnya dikuasai Tuhan, menjadi salah arah. Sebab ada faktor2 lain yang mengusai konsep pikir, yaitu faktor perasaan dan situasi. Contohnya saja, seandainya seorang sedang jatuh cinta, maka ia akan dikuasai perasaan. tidaklah perlu makan, yang penting memikirkan dia saja sang pujaan hati sudah cukup mengenyangkan. Seharusnya, seseorang yang sudah percaya kepada Tuhan, tidak lagi dikuasai oleh hal2 tersebut, justru seharusnya akal pikiran yang dari Tuhan itulah yang menguasai perasaan dan situasi. Memang tidaklah salah jika suatu saat perasaan berkata kepada pikiran, inilah yang harus saya lakukan, namun sebenarnya yang berkuasa tetap pikiran, bukanlah perasaan. Jangan biarkan juga situasi menguasai konsep pikir, sehingga pikiran dibawa kepada jalan yang salah.

Kesalahan yang terjadi, jangan juga mendewakan pikiran kita, sebab yang memberi pikiran adalah Tuhan, justru kita harus tunduk kepada Tuhan dengan rendah hati dihadapan-Nya, sehingga kita diarahkan kepada konsep pemikiran yang bijaksana dan yang penuh dengan hikmat. semuanya itu memang perlu proses panjang, namun janganlah kuatir dan takut, sebab Tuhan yang selalu berada disamping kita dan selalu siap membimbing kita kepada jalan yang benar.

Jul 7, 2010 - Uncategorized    25 Comments

Kesempatan

Suatu kesempatan hanya datang 1 kali, namun masih banyak orang yang menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan berbagai macam alasan. alasan utama adalah “ah…mana mungkin hanya datang 1 kali, khan masih ada lain kali”. Namun, biarlah kita berpikir bijak dan riil, bahwa kesempatan hanya datang 1 kali, sehingga saat kita mau melangkah dalam hidup, kita akan sangat berhati-hati untuk melangkah, agar kesempatan itu tidak hilang. Kesempatan yang utama dalam hidup manusia adalah keputusan dalam menjalani hidup. Maka, bijaklah selalu dalam mengambil keputusan. Jangan hanya memikirkan kepentingan ataupun keuntungan diri sendiri, namun pikirkan juga kepentingan orang lain.

Apr 13, 2010 - Uncategorized    23 Comments

Khotbah Etika

ETIKA KRISTEN : KEUANGAN

Nats : Kisah Para Rasul 5:1-11

Tujuan :

  1. Mengajarkan jemaat bagaimana memanagement uang dengan baik, sehingga jemaat bisa mengalokasikan uangnya pada hal-hal yang berguna sesuai dengan firman Tuhan.
  2. Jemaat diajar untuk tidak tergantung dan tidak dikuasai oleh uang, namun Tuhan yang berkuasa atas uang melalui manusia.

Pendahuluan

Ilustrasi : Sejarah dunia membuktikan bahwa orang kaya sangat mampu mempengaruhi pemerintahan dan aspek kehidupan lainnya. Dengan harta, mereka menjadi seorang yang terkenal dikalangan masyarakat, namun tanpa disadari, sebagian dari mereka menggunakan kekayaannya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, sehingga banyak cara yang mereka halalkan. Sebagian orang kaya menggunakan kekayaan mereka untuk menindas orang miskin.

Peralihan : Bagaimana dengan setiap kita? Apakah dengan uang yang kita miliki pada saat ini, kita sudah menggunakannya dengan sebaik-baiknya? Ataukah justru uang yang kita miliki inilah yang sedang menguasai kita?

Isi

Jemaat yang dikasihi Tuhan, berbagai macam aspek kehidupan tanpa disadari dipengaruhi oleh uang, sebagai contoh:

1. Ke toilet harus bayar Rp. 1000,-

2. Mau minum, harus bayar air.

3. Punya tanah dan rumah sendiri, harus tetap membayar pajak.

Uang di dalam kehidupan manusia di zaman sekarang ini, sangat dibutuhkan, sebab tanpa uang, manusia sepertinya tidak dapat hidup. Sebagian besar manusia pada masa kini bergantung pada uang, sehingga hampir dari setiap manusia bersaing di dalam hal ekonomi demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Maslow pernah mengungkapkan beberapa tingkatan kebutuhan manusia, dan yang paling dasar dari semua kebutuhan yang ia ungkapkan adalah pemenuhan hidup dalam hal sandang dan pangan. Tentunya demi memenuhi kebutuhan tersebut, maka manusia harus mulai berusaha dengan cara mencari uang. Semakin uang yang didapat semakin banyak, maka manusia masuk ke dalam tingkatan keinginan, sebab kebutuhan sudah terpenuhi. Disinilah banyak orang jatuh ke dalam dosa, sebab keinginan yang dimiliki manusia sungguh besar.

Kisah Ananias dan Safira merupakan bukti bahwa mereka sudah dihasut dan dikuasai oleh uang. Pada kenyataannya, manusia tidak mungkin puas dengan apa yang sudah mereka miliki sekarang ini, contohnya:

1. Sudah punya motor, ingin punya mobil.

2. Sudah punya hp 1, ingin punya 2 hp.

Apakah keinginan-keinginan tersebut salah? Jawabannya tergantung. Tergantung kepada tujuan pribadi masing-masing di dalam menyingkapi apa yang manusia ingini. Namun pada kenyataannya, keinginan dengan kebutuhan berbeda.

1. Keinginan : Sudah memiliki suatu benda, tapi masih ada perasaan ingin untuk memiliki benda yang lebih baik daripada yang dimiliki sekarang.

2. Kebutuhan : Pemenuhan hidup seseorang agar ia bisa tetap bertahan hidup.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, Ananias dan Safira ada di level keinginan dan bukan lagi di level kebutuhan, sebab mereka adalah keluarga kaya yang tidak kekurangan suatu apapun. Karena ia berada di level setingkat lebih tinggi dari kebutuhan, maka mereka mengalami godaan harta yang lebih berat dibandingkan dengan orang-orang yang masih ada di level pemenuhan kebutuhan.

Peralihan : Sekarang ini, kita ada di level mana? Apakah kita masih ada di level pemenuhan kebutuhan, atau sudah ada di level keinginan?

Marilah kita memperhatikan bagaimana firman Tuhan kali ini mengajarkan etika Kristen tentang keuangan kepada setiap kita.

  1. Allah mau kita memanagement keuangan dengan sebaik-baiknya dan dengan benar.

Allah selama ini tidak pernah tidak memenuhi kebutuhan manusia, walaupun kita sadari di dalam dunia ini ada orang kaya dan ada orang yang kurang mampu, namun pada dasarnya Allah sudah memenuhi kebutuhan manusia. Namun, setelah Allah memenuhi kebutuhan manusia, Ia tidak tinggal diam, sebab ia ingin manusia memanagement apa yang sudah Ia berikan, khususnya di dalam hal ini adalah hal keuangan. Allah tidak pernah mengijinkan manusia menggunakan harta mereka dengan sembarangan, sekalipun orang yang kaya raya.

Begitu juga jika kita melihat kisah Ananias dan Safira yang merupakan orang kaya, namun jika mereka tidak bisa memanagement hasil penjualan ladang, maka mereka tetap mengalami penghukuman dari Allah. Penghukuman yang Allah berikan kepada mereka, merupakan penghukuman yang berat, dan ini menyatakan bahwa Allah tidak bisa berkompromi dengan dosa apapun termasuk dosa di dalam keuangan. Ananias dan Safira tidak mampu memanagement keuangan atau hasil jualnya itu dengan baik, sehingga timbul rasa ingin menodai kesucian Allah melalui hasil jual yang mereka miliki tersebut.

Etika Kristen yang merupakan ajaran firman Tuhan, mengajarkan kita untuk mampu dan mau memanagement uang dengan sebaik-baiknya dan dengan benar.

Contoh:

1. Setiap awal bulan, kita yang bekerja memperoleh hasil dari kerja kita, maka sepersepuluh dari hasil itu kita sisihkan untuk melayani Tuhan (perpuluhan). Ini merupakan salah satu memanagement uang dengan benar.

2. Harus lebih besar pendapatan daripada pengeluaran. Ini sudah merupakan bukti bahwa kita bisa memanagement uang dengan baik.

  1. Allah mau kita yang menguasai uang, bukan uang yang menguasai kita.

Allah tidak pernah menyalahkan kita jika kita sudah ada di level keinginan, namun yang menjadi masalah saat ini, jika kita dikuasai oleh uang. Sama seperti Ananias dan Safira yang dikuasai oleh harta. Mereka berencana dan bekerjasama untuk menipu Allah melalui hasil jual ladang yang mereka miliki. Ini menyatakan bahwa keinginan mereka sangat besar dibandingkan rasa kekeluargaan mereka dan takut mereka kepada Allah. Bukan Allah melihat berapa besar jumlah persembahan mereka, tetapi yang Allah lihat adalah hati seseorang yang mau memberikan persembahan, sesuai dengan firman Tuhan yang mengatakan bahwa : ”Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak. Selebihnya adalah dari si jahat”, begitu juga Ananias dan Safira yang sudah dikuasai oleh uang, mereka tidak jujur terhadap Allah, sehingga mereka dihukum mati oleh Allah.

Saat seseorang dikuasai uang atau hal materi, maka manusia masuk ke dalam dosa, sebab yang menjadi allah mereka adalah uang atau harta. Allah tidak bisa berkompromi dengan hal tersebut, bahkan Allah menentang kekuasaan uang.

Contoh: Saya membawa uang Rp. 1.000,- Mungkin bagi kita ditempat ini melihat jumlah uang tersebut kecil, namun apakah benar jumlah uang tersebut kecil? Bagi orang yang bermain saham, melihat uang sebesar itu akan disebut sebagai uang yang berarti. Dengan uang yang sejumlah itu, banyak preman jalanan bertengkar. Inilah bukti bahwa uang sekecil apapun sungguh berarti dan tanpa disadari manusia dikuasai oleh uang.

Begitu mengenaskan kematian Ananias dan Safira, sebab mereka sudah dikuasai oleh uang. Karena uanglah, mereka:

  1. Tidak bisa menikmati hidup lebih lama lagi.
  2. Terjadi jurang antara Ananias dan Safira dengan Tuhan (penipuan kepada Allah).
  3. Mereka tidak bisa menjadi saksi Kristus.

Melalui firman Tuhan kali ini, kita diajarkan untuk tidak dikuasai oleh uang, namun kita yang harus menguasai uang. Pada dasarnya uang itu adalah benda mati yang berguna, namun bisa menjadi dosa sebab manusia itu sendiri yang menyalahgunakan uang dan mereka menyerahkan dirinya untuk dikuasai oleh uang. Uang disediakan oleh Allah melalui manusia yang berguna untuk memenuhi setiap kebutuhan manusia, maka sekarang kita tahu siapa sebenarnya yang berkuasa, yaitu Allah berkuasa atas uang melalui kita umat manusia yang menggunakan uang tersebut.

Penutup

Sebagai penutup saya mau menceritakan 2 hal yang berbeda pandangan mengenai uang:

  1. Seorang kaya lebih rela meninggalkan Yesus dibandingkan dengan hartanya. Ia sudah melakukan setiap kehendak dan perintah Tuhan, namun saat ia diminta untuk meninggalkan dan membagikan hartanya kepada orang lain serta mengikut Tuhan, maka ia menjadi kecewa dan sedih, sebab ia tidak pernah rela untuk memberikan hartanya kepada orang lain. (Orang kaya yang bodoh).
  2. Seorang bapak yang berdosa dengan rela meninggalkan dan membagi-bagikan hartanya bahkan berkali lipat kepada masyarakat demi mengikut Tuhan Yesus, sebab ia sadar tidak ada yang bisa menguasai dirinya selain Allah dan tidak ada yang lebih berharga selain ia menjadi seorang hamba Allah (Zakheus pemungut cukai).

Aplikasi

Dimanakah posisi kita pada saat ini? Apakah kita sedang ada di dalam kisah Ananias dan Safira beserta dengan orang kaya yang bodoh? Ataukah kita ada di dalam kisah Zakheus yang bertobat? Janganlah salah memilih jalan hidup, sebab jika sekali kita salah memilih jalan, maka fatal akibatnya. Memanagement uang dan kuasai uang adalah etika Kristen yang benar, sebab Allah tidak ingin kita berdosa karena uang kita sendiri.

**************

Apr 6, 2010 - Uncategorized    19 Comments

Khotbah Paskah

KUBUR KOSONG

Nats : Matius 28:1-10; Yohanes 20:9 & 30

S : Mengapa Maria Magdalena bersama dengan wanita-wanita lain merasa takut akan apa yang mereka saksikan dan temukan di dalam kubur Yesus?

K : Karena mereka belum mengerti dengan jelas apa yang dimaksud Yesus dengan kebangkitan-Nya.

AT : Maria Magdalena beserta dengan rekan-rekannya merasa takut akan apa yang mereka temukan di dalam kubur, sebab mereka belum mengerti maksud firman tentang kebangkitan Yesus.

AK : Jemaat mengerti dengan benar konsep tentang kebangkitan Yesus yang berdasarkan firman Tuhan.

Pendahuluan

Latar belakang masalah : Di dalam kitab injil, dicatat bahwa para wanita yang mendatangi kubur Yesus merasa takut akan apa yang mereka temukan dan saksikan di sana pada hari sabat (minggu pertama). Tentu yang mereka temukan dan saksikan adalah kubur Yesus kosong. Di sana hanya ada malaikat yang membawa kabar bahwa Yesus telah bangkit dan akan pergi mendahului para murid ke Galilea. Mengapa para wanita tersebut merasa takut akan kosongnya kubur Yesus? Apa yang menjadi permasalahan di dalam kejadian ini? Dikarenakan mereka belum mengerti dengan benar firman Tuhan mengenai kebangkitan Yesus. Ternyata saat mereka mengikuti Yesus dan mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan Yesus, tidak menjadi bagian di dalam hidup mereka. Sehingga saat mengalami hal ini, mereka kebingungan dan ketakutan. Banyak diantara mereka yang merasa jasad Yesus dicuri orang, akibat dari hasutan para imam kepala dan orang-orang farisi kepada para penjaga kubur tersebut (Mat. 28: 11-15)

Peralihan : Pada masa ini juga, banyak orang yang belum mengenal dan mengerti dengan baik konsep kebangkitan Yesus. Hal ini dibuktikan dengan:

  1. Ketidakyakinan seorang Kristen akan beroleh hidup kekal dengan percaya kepada Yesus saja sebagai juruselamat pribadi.
  2. Masih tertanam konsep seorang Kristen mencari Allah bukan Allah yang mencari manusia, sehingga konsep lama yang masih menjadi bagian dari dirinya adalah seorang Kristen yang ingin masuk ke dalam Surga, harus berbuat baik dan beramal (agar Tuhan senang dan mengakui kita sebagai anak-Nya).
  3. Jika sudah beroleh keselamatan karena kebangkitan-Nya, maka hidup seorang Kristen boleh disalahgunakan.

Isi

Konsep pemikiran yang salah tentang kebangkitan-Nya perlu diperbaiki, oleh firman Tuhan. Dengan adanya perbaikan dan konsep yang benar kita tanamkan di dalam pikiran dan hati kita, maka saat kita menjalani kehidupan ini tidak akan dijalani dengan sia-sia.

Konsep kebangkitan-Nya sesuai dengan firman Tuhan, antara lain:

1. Yesus membuktikan diri sebagai Allah

Runtuh sudah anggapan dan pemikiran para ahli-ahli taurat mengenai Yesus. Dengan kebangkitan-Nya, maka apa yang mereka pikirkan dan ajukan untuk menjatuhkan Yesus tidaklah lagi ada manfaatnya. Justru hal itu menjadi suatu hinaan bagi Yesus dan hasutan bagi bangsa Israel, sebab apa yang dituduhkan kepada Yesus tidaklah ada buktinya. Begitu juga dengan ketakutan para wanita yang menemukan jasad Yesus sudah tidak ada di dalam kubur tersebut. Runtuh sudah anggapan para wanita bahwa Yesus tidak akan bangkit ataupun jasadnya dicuri orang. Pada kenyataannya Yesus sudah bangkit dan menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang berkuasa atas dunia. Dengan kebangkitan-Nya, maka pemikiran awal manusia akan siapa Yesus tidaklah ada artinya lagi, sebab Yesus sendiri yang menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang bangkit. Kebangkitan inilah yang menjadi puncak pernyataan diri-Nya sebagai Allah yang hidup dan yang benar-benar ada.

Ilustrasi : Suatu kali seorang atheis bertanya kepada seorang Kristen: ”Apa yang telah Allahmu lakukan sehingga engkau mau percaya kepada-Nya?” maka dengan bangga, orang Kristen itu menjawab dengan yakin: “Ya, saya sudah beroleh anugerah keselamatan dari-Nya.” Lalu atheis ini bertanya lagi: “apa buktinya?” kemudian orang Kristen tersebut menjawab dengan pasti: “Yesus yang ia sembah telah bangkit dan dengan kebangkitan itulah ia menyatakan diri sebagai Allah yang hidup.”

Peralihan : Suatu kali jika kita bertemu dengan orang yang berbeda kepercayaan dengan kita, lalu ditanya seperti apa yang barusan saya kisahkan, apakah kita akan menjawab dengan yakin dan pasti juga, bahwa Yesus benar-benar Allah yang hidup karena Ia telah bangkit dari kematian-Nya?

Aplikasi : Mungkin diantara kita pada saat ini merasa bahwa kita belum menemukan Allah yang hidup, sehingga sampai pada saat ini kita masih mencari siapa Allah yang hidup. Mencari di dalam kepercayaan-kepercayaan lain, kita tidak menemukan Allah yang hidup itu. Namun, disinilah kita bisa menemukan Allah yang hidup itu, yaitu Yesus Kristus yang telah bangkit. Yesus yang secara aktif memperkenalkan diri-Nya kepada kita terlebih dahulu, sehingga kita yang masih mencari Allah, kita menemukan-Nya. Jangan ragu untuk mengakui bahwa Yesus benar-benar Allah yang hidup, sebab firman Tuhan sendiripun menuliskan melalui pembuktian dan kesaksian para murid dikemudian hari setelah mereka melihat, menyaksikan dan mengerti firman Tuhan yang diberitakan dan yang dibuktikan oleh Yesus sendiri.

2. Yesus menggenapi firman Tuhan

Dengan kebangkitan-Nya, maka Ia sudah menggenapi firman yang selama itu ia beritakan kepada bangsa Israel maupun para murid-Nya ( Mat. 16:21; 17:23; 20:19; 26:32; 27:63). Namun, sangat disayangkan apa yang disampaikan Yesus tidak dicerna oleh para wanita yang datang ke kubur Yesus itu, sehingga mereka berpikir hal-hal yang lain tentang hilangnya jasad Yesus. Mereka sangat merasa bersalah jika jasad Yesus tidak ditemukan. Mereka memang mengasihi Yesus sebagai guru mereka, namun mereka memiliki konsep yang belum benar tentang siapa Yesus sebenarnya. Dengan kurangnya pengertian akan firman Tuhan, membuat mereka merasa takut padahal jelas malaikat Tuhan sudah meyakinkan mereka bahwa Yesus sudah bangkit.

Ilustrasi : Gereja yang sehat dan gereja yang bertumbuh adalah gereja yang selalu menekankan pembinaan dan pendalaman frman Tuhan bagi setiap jemaatnya. Gereja ada untuk memperlengkapi jemaat di dalam firman Tuhan dan memimpin jemaat untuk mengalami pertumbuhan kerohanian. Gereja yang bertumbuh akan berjalan dengan baik, jika setiap kita sebagai jemaat merespon baik niat dan program gereja untuk memperlengkapi kita di dalam pendalaman firman Tuhan dan menjadikan firman itu sebagai bagian dari hidup kita.

Aplikasi : Setiap kita harus lebih lagi mengerti dan mendalami firman Tuhan. Firman Tuhan seharusnya sudah menjadi bagian di dalam kehidupan sebagai seorang yang percaya kepada-Nya. Bukan berarti selesai sudah tugas kita saat percaya kepada Tuhan, tanpa mengenal lebih jauh siapa Tuhan kita. Namun, dengan mengenal Tuhan lebih dalam melalui firman Tuhan, maka kita tahu siapa Tuhan yang kita sembah. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang kita tahu sekarang ini saja, namun biarlah kita mau terus belajar mengerti firman Tuhan lebih dalam agar kita lebih lagi mengerti apa yang Tuhan mau atas hidup kita. Ia yang sudah memberikan firman Tuhan kepada kita, maka sudah sepatutnya kita pelajari dengan sungguh-sungguh sehingga kita menyadari kebangkitan-Nya menggenapi firman-Nya. Kebangkitan yang menyatakan manusia bebas dari hukum maut, sebab Yesus sudah membayar lunas dosa kita. Mencerna setiap bagian firman Tuhan, mengajarkan kita menyadari betapa Ia yang sungguh bangkit adalah Allah yang penuh kuasa, daulat dan kasih. Dengan menyelami firman-Nya, membuat kita tahu isi hati Tuhan bagi jiwa kita yang sangat berhara di mata-Nya.

3. Yesus menang atas hukuman maut

Kebangkitan yang Yesus alami menyatakan diri-Nya menang atas hukum maut yang harusnya diterima oleh manusia yang berdosa. Tidak pernah ada 1 orang pun yang dapat bangkit dan menang atas hukuman maut, selain Yesus. Sebab Ia adalah manusia sejati dan Allah sejati yang menjalankan setiap tugasnya dengan sempurna. Dengan kebangkitan-Nya, maka kuasa iblis yang mengikat manusia sudah dikalahkan oleh-Nya. Seharusnya tidak lagi menjadi halangan kita untuk bertemu dan beribadah dengan-Nya. Namun, seringkali kita merasakan halangan itu menjadi sahabat kita dan membiarkan hlangan tersebut mengatur setiap hidup kita. Saat halangan itu mengatur hidup kita, maka kita membiarkan iblis menguasai kita. Betapa berbahayanya jika kita masih membiarkan dan menyayangi halangan yang membuat hubungan kita dengan Tuhan menjadi rusak. Kita membuat kebangkitan-Nya tidak berarti di mata kita.

Ilustrasi : Salah satu penulis naskah our daily bread (seseorang yang percaya kepada Yesus) pernah menceritakan bagaimana dia mengalami kanker. Dokter memberitahukan kepadanya dan setelah dokter tersebut memberitahukan penyakit tersebut kepada penulis ini, maka ia merasa hidupnya sudah mati dan tidak berarti. Namun, setelah 3 hari, ia mengalami suatu perubahan di dalam dirinya, ia mulai bangkit dari rasa keterpurukan tersebut. Ia mulai bisa menerima kenyataan tersebut dan mulai memikirkan langkah apa yang harus dikerjakan dalam melanjutkan hidupnya. Ia menuliskan di dalam naskah ODB nya : “ Saya telah “mati” untuk realitas saya yang lama dan telah “dibangkitkan” untuk menjalani realitas normal yang baru”.

Aplikasi : Marilah pada hari ini, saat kita mengalami tantangan hidup yang ada, misalnya:

Apr 1, 2010 - Uncategorized    1,144 Comments

Khotbah Remaja

KUALITAS IMANKU

Nats : Matius 14:25-33

Tujuan :

  1. Remaja mengerti kualitas iman yang benar
  2. Remaja mempraktekkan iman kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh percaya kepada-Nya

Pembukaan

Ilustrasi : Permainan menjatuhkan diri kepada teman. Inilah permainan yang menguji kepercayaan kita kepada teman-teman kita yang sudah siap menopang badan kita.

Peralihan : Kualitas iman adalah seberapa besar kepercayaan kita kepada Tuhan. Bagaimana kualitas iman kita dihadapan Tuhan pada saat ini?

Isi

Apa yang dimaksud dengan kualitas iman? Iman bukan sekedar kesetiaan dan ketaatan kepada firman Tuhan. Iman bukan sekedar bertobat kepada Tuhan. Namun iman adalah kepercayaan kita kepada Tuhan. Percaya yang bagaimana? Tentunya diawali dengan percaya Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Namun, bukan hanya itu saja. Saat kita sudah mengaku percaya kepada Yesus sebagai juruselamat pribadi, maka perlu dibuktikan dengan adanya kualitas iman kepada Tuhan. Seperti apakah kualitas iman itu?

1. Pengenalan kita kepada Tuhan (ay. 26-27)

Dalam firman Tuhan ini, kita dapat melhat bagaimana pengenalan para murid kepada Yesus. Saat Yesus berjalan di atas air, mereka segera ketakutan dan berteriak serta menganggap bahwa itu adalah hantu. Mereka tidak menyadari bahwa yang berjalan di atas air adalah Yesus sendiri. Konsep pikir lama mereka masih saja tertanam di dalam hidup mereka, sehingga jika ada sesuatu yang janggal dan menakutkan, maka mereka langsung saja berfikir negatif. mereka tidak menyadari bahwa Tuhan yang mereka sembah lebih besar kuasanya daripada hantu.

Pada saat itu memang terjadi pada malam hari, dimana gelap gulita mengelilingi lautan. Sebelum kedatangan Yesus, mereka sempat mengalami perahu diombang-ambingkan oleh angin sakal (ay.24). Angin ini adalah angin yang datang secara tiba-tiba dan bisa menjadi bencana bagi orang yang mengalaminya, sebab jika tidak kuat, maka perahu mereka bisa saja terbalik. Awalnya mereka sudah ketakutan, pikiran negatif muncul di dalam diri mereka, sehingga mereka sendiri tidak lagi berpikir bahwa yang datang mengahampiri mereka dengan berjalan di atas air, adalah Yesus yaitu Guru mereka sendiri.

Disini jelas terlihat bahwa situasi sudah mempengaruhi pola pikir mereka dan mereka tidak mengenal Yesus dengan baik. Sehingga mereka ketakutan saat melihat seseorang berjalan di atas air. Jika mereka mengenal Yesus, maka mereka akan tidak akan takut saat melihat Yesus berjalan di atas air, sebab mereka menyadari tidak ada kuasa yang lebih besar dapat mengganggu hidup mereka termasuk hantu itu tidak ada di dalam pikiran mereka. Jika mereka mengenal Yesus dengan baik, maka mereka akan menyadari bahwa yang datang kepada mereka adalah Yesus sendiri.

Contoh :Seberapa besar kita mengenal Allah yang kita sembah?Serinkali kita juga mengalami ketakutan yang tidak beralasan seerti ini. Kita bisa saja merasa takut akan gelap sebab rasanya di dalam gelap, kita akan menemukan hal-hal yang gaib atau hantu. Buktinya ada di dalam acara-acara televisi. Ini adalah konsep lama yang salah dan harus kita buang. Sadarlah bahwa Allah kita adalah Allah yang besar kuasa-Nya, maka jika kita takut, kita dapat berdoa kepada Tuhan mohon kekuatan dari Tuhan menyertai hidup kita dan hati kita. Jika kita mengenal Tuhan, maka konsep tentang hantu kita buang jauh-jauh di dalam diri kita dan situasi tidak dapat mempengaruhi hidup kita.

2. Keyakinan kita kepada Tuhan (trust-ay. 28-29)

Seorang murid Yesus yang cukup ekspresif menantang Yesus untuk menunjukkan siapa diri Yesus sesungguhnya. Ini bukti keraguan yang cukup fatal bagi diri Petrus. Petrus masih meragukan bahwa yang dapat berjalan di atas air tersebut adalah Yesus. Maka Petrus memberanikan diri untuk berjalan di atas air menemui Yesus sendiri. Satu sisi ia menantang apakah Yesus dapat membimbing dia untuk berjalan di atas air sama seperti yang Yesus lakukan, namun disatu sisi ia juga merasa penasaran apakah benar yang mengaku Yesus itu adalah memang Yesus guru mereka.

Namun, dalam kejadian ini, Yesus menerima tantangan dari Petrus dan mengijinkan Petrus berjalan di atas air dengan bimbingan dari Yesus. Ini menyatakan bahwa kualitas iman Petrus belum terbentuk dengan baik. Jika iman Petrus sungguh terbentuk dengan baik, maka ia tidak akan lagi menantang Yesus dan ia percaya sepenuhnya bahwa memang itulah Yesus.

Contoh : Suatu kali jika kita dihadapkan dengan masalah pergaulan misalnya. Kita diajak teman untuk melakukan hal yang jahat di mata Tuhan dan itu membuat kita bimbang untuk mau mengikuti apa yang teman kita ini inginkan. Misalkan saja kita diajak untuk menonton film dewasa yang tidak layak untuk ditonton atau diajak merokok. Bagaimana sikap kita? Ini adalah masalah bagi hidup kita yang membuat hidup kita down. Satu sisi kita ingin terlihat keren di depan teman kita dan kita tidak mau kehilangan mereka, namun disatu sisi lainnya kita seorang yang percaya kepada Kristus, maka tidak boleh melakukan dosa. Mana yang akan engkau pilih? Seberapa baiknya kualitas imanmu saat menghadapi masalah ini?

Seharusnya sebagai anak Tuhan, kita memohon kekuatan dari Tuhan, sebab kita percaya sepenuhnya bahwa Tuhan akan menguatkan iman kita, sehingga kita tidak salah memilih mana yang akan kita pilih. Pilihan kita menentukan langkah hidup kita kedepannya, maka belajarlah percayakan hidupmu kepada Tuhan sepenuhnya. Jika kita harus kehilangan teman kita dan dianggap sebagai seorang yang bodoh sebab kita memilih untuk tidak mengikuti ajakan mereka yang salah, maka janganlah takut. Mengapa demikian? Bukankah mencari teman itu sulit? Nah, kita perlu memilih dan memilah mana teman yang benar dan yang tidak. Dengan memohon bimbingan Yesus untuk menyertai hidup kita, maka janganlah takut, sebab Tuhan akan memberikan kita dan mengarahkan kita untuk menemukan teman yang benar hidup dan kerohaniannya.

3. Penyerahan kita kepada Tuhan (30-31)

Saat Petrus berjalan di atas air, maka ada angin yang berhembus membuat petrus takut dan gentar kembali. Ia rasanya baru menyadari bahwa yang ia lakukan bukanlah hal yang wajar. Maka ia akhirnya bimbang dan gelisah. Ia mengalami goncangan iman dengan berpikir bahwa dia akan tenggelam jika terus berjalan di atas air dan merasa tidak ada orang yang sanggup menolongnya. Pada saat angin berhembus, maka Petrus jatuh dan air membasahi tubuhnya. Petrus tidak menyerahkan perjalanannya untuk menemui Yesus kepada Yesus. Ia masih berpikir dengan kekuatan sendiri saja untuk memastikan itu adalah Yesus.

Pada saat itu, ia mohon pertolongan kepada Yesus, namun kejatuhan inilah yang membuat Yesus melihat bahwa hati Petrus begitu bimbang akan Yesus dan tidak sepenuhnya yakin bahwa Yesus adalah Allah yang berkuasa atas dunia ini. Pada saat inilah Yesus benar-benar merasa marah dan kecewa akan sikap murid-murid-Nya, sebab para murid tidak begitu mengenal dan tidak sepenuhnya percaya kepada Yesus sebagai Allah. Namun Yesus yang penuh dengan kasih, Ia mengingatkan para murid untuk kembali melihat dengan seksama siapa diri Yesus, sehingga pada akhirnya para murid menyadari kesalahan mereka dan memuliakan Yesus serta percaya bahwa Yesuslah Allah mereka.

Ilustrasi : Seperti bangsa Israel yang memiliki iman tegar tengkuk. Saat susah, mereka bersungut-sungut kepada Tuhan sebab mereka merasa Tuhan mengabaikan mereka dan merasa Tuhan tidak dapat membantu mereka untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah hidup yang dialami bangsa Israel dalam PL. Mereka tidak menyerahkan kekuatiran mereka kepada Tuhan. Kualitas iman yang dangkal inilah yang dibenci Tuhan. Maka dibeberapa kejadian, Tuhan menghukum bangsa Israel agar menyadari siapa Tuhan yang mereka sembah sebenarnya.

Biarlah pada hari ini kita juga menyadari bahwa kualitas iman yang Tuhan inginkan adalah menyerahkan seluruh hidup dan hati kita kepada Tuhan. Jangan kuatir ataupun gentar di dalam mengalami masalah dan pergumulan hidup. Ingatlah untuk menyerahkan segala kuatirmu kepada Tuhan, sebab Dia sanggup membantumu lepas dari masalah dan kekuatiran yang ada. (Mazmur 55:23 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah). Jika engkau masih menggunakan kekuatanmu saja untuk menyelesaikan masalah yang ada, maka imanmu akan goyah, sebab engkau tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut.Jangan menggunakan kemampuanmu sendiri, namun carilah Tuhan sebagai penopang hidupmu, sehingga engkau memiliki iman yang berkualitas.

Penutup

Aplikasi : Milikilah iman yang berkualitas dengan percaya kepada-Nya sepenuh hatimu da praktekkanlah kepercayaanmu kepada-Nya di dalam kehidupan sehari-hari.

Mar 27, 2010 - Uncategorized    48 Comments

Pembinaan Remaja


TIME AND WISDOM

I. APAKAH DEFINISI WAKTU ?

Time is a human perception defined as the length of an interval separating two points on a non spatial continuum in which events accur in apparently irreversible succession from the past through the present to the future. The intervals are measured in seconds, minutes, hours, days, years.(1)

Waktu sering dikaitkan dengan pengetahuan dan setiap manusia tanpa terkecuali mengakui adanya waktu di dalam kehidupan pribadi. Dengan adanya waktu, maka semakin lama manusia tidak lagi memikirkan dan kurang mementingkan waktu, sebab bagi manusia, waktu itu sudah menjadi hal yang tidak asing lagi dan kadang waktu diremehkan.

Fakta 1: Sebagian ibu-ibu pada masa kini yang memiliki suami kaya, khususnya di kota besar, tidak perlu lagi memakai waktunya untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup, sebab kebutuhan hidup sudah dipenuhi oleh suami-suami mereka, sehingga ibu-ibu masa kini tidak lagi memakai waktu dengan sebaik-baiknya. Ada sebagian ibu-ibu yang memakai waktu sehari-harinya untuk shopping dan bergosip dengan ibu-ibu lainnya.

Fakta 2 : Sebagian remaja dan pemuda pada masa kini menghabiskan waktunya untuk pergi ke warnet untuk main game online. Setelah pulang sekolah maupun setelah selesai kuliah atau bekerja, sebagian remaja dan pemuda memakai uangnya dan waktunya untuk dihabiskan di dalam warnet, sampai akhirnya mereka mengalami kecanduan.

Fakta 3 : Sebagian manusia tidak memikirkan apa yang harus dilakukan di dalam kehidupannya, sehingga mereka tidak memiliki tujuan hidup dan tidak memiliki masa depan yang cerah. Semuanya ini tanpa disadari merupakan pemikiran sebagian manusia yang tidak mau memakai waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga hasil hidup yang didapat tidak memuaskan.

‘Waktu’ bagi orang Kristen sangatlah penting dan berguna. Tidak bisa dikatakan sebagai hal yang biasa, namun ‘waktu’ bagi orang Kristen adalah hal yang luar biasa. Tetapi, tanpa disadari sebagian orang Kristen tidak menyadari hal itu dan masih menggunakan waktu dengan semena-mena, sehingga mereka tidak memiliki tujuan hidup yang jelas dan yang benar. Begitu besar efek yang terjadi bagi kehidupan semua umat manusia, jika manusia tidak meremehkan ‘waktu’.

II. SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN WAKTU ?

Waktu diciptakan oleh Allah dari sejak penciptaan pertama (kej. 1:1). Saat Allah menciptakan langit dan bumi maka tercipta waktu. Dengan adanya waktu di dalam penciptaan, manusia mengalami kesementaraan hidup di dalam dunia (Mazmur 90:10). Bukan Allah tidak sanggup membuat manusia menjadi kekal di dalam dunia, tetapi Allah ingin menyatakan kuasa-Nya dengan kesementaraan hidup manusia, dan Ia ingin menyatakan diri-Nya kepada manusia bahwa hanya Allah yang kekal, karena Allah tidak terikat dengan waktu. Ia yang menguasai waktu.

III. APA FUNGSI DARI WAKTU ?

Allah menciptakan waktu dengan sedemikian rupa, untuk manusia, agar manusia bisa:

1. Mengenal Allah sebagai pencipta dan penguasa seluruh isi dunia termasuk waktu.

2. Mendisiplinkan diri untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dihadapan Allah.

3. Mengetahui dan menyadari bahwa di dalam dunia ini tidak ada kekekalan, selain Allah.

IV. APAKAH DEFINISI HIKMAT ?

Hikmat adalah kemampuan manusia di dalam menentukan mana yang baik dan yang jahat, selain itu dengan hikmat maka manusia bisa mengatur diri atau menguasai diri di dalam segala aspek kehidupannya.

Semua manusia diberikan hikmat, tetapi sebagian dari manusia tidak memakai hikmat dengan sebaik-baiknya, sehingga hikmat yang diberikan terasa tidak ada lagi gunanya

Fakta 1 : seorang pengusaha tidak berpikir panjang dan tidak memohon pertolongan kepada Tuhan di dalam menjalankan proyek dalam perusahaannya, sehingga pada akhirnya ia mengalami kegagalan di dalam perusahaannya. Ia dengan mudahnya menyetujui harga yang ditawarkan oleh konsumen, sedangkan ia tidak begitu mengenal konsumen tersebut dengan baik, sehingga konsumen itu memiliki kesempatan untuk menipu pengusaha tersebut. Uang yang ditawarkan tidak besar jumlahnya, tapi pengusaha justru mengalami kerugian yang sangat besar. Ia tidak memakai hikmatnya dengan baik.

Fakta 2 : Baru-baru ini terjadi tragedi bunuh diri bersama di dalam 1 keluarga yang terjadi di Surabaya tepatnya. Mereka mengalami suatu penipuan, kemungkinan di dalam usahanya, sehingga mereka tidak lagiu mau memakai hikmatnya dan akal sehatnya untuk bagaimana berusaha bangkit kembali dari kegagalan tersebut.

Fakta 3 : Seorang ketua dari suatu organisasi tidak memakai hikmatnya dengan sebaik-baiknya. ia tidak bisa membendung emosinya setiap kali anggota-anggotanya melakukan suatu kesalahan. Dengan kata-kata dan bentakan yang kasar, ia memarahi anggota organisasi yang melakukan kesalahan, sehingga sebagian dari anggota organisasi tersebut menjadi ’partai oposisi’ terhadap ketua itu.

Hikmat yang tidak digunakan dengan sebaik-baiknya, akan merugikan diri pribadi dari manusia tersebut dan juga merugikan setiap rekan atau sahabat bahkan keluarganya sendiri.

V. SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN HIKMAT ?

Allah yang menciptakan hikmat. Hikmat diciptakan berdasarkan Allah. Dengan diciptakannya manusia yang pertama, yaitu Adam (Kejadian 1:26), Allah sudah memberikan hikmat melalui peraturan dan melalui tugas serta tanggung jawab manusia pertama kepada Allah (Kejadian 2:15-27). Namun, Adam dan Hawa tidak memakai hikmatnya untuk menaati perintah Allah, mereka lebih memilih mengikuti keinginan hatinya, sehingga mereka masuk ke dalam dosa. Efek dari dosa terjadi sampai pada hari ini dan masih terjadi di dalam kehidupan manusia.

Hikmat adalah karunia, anugerah dari Allah yang Ia berikan kepada setiap umat manusia. Manusia bukan hanya diberi akal dan pikiran, tetapi melalui akal dan pikiran itulah terdapat hikmat Allah. Manusia diwajibkan untuk memakai akal dan pikiran dengan penuh hikmat dari Allah, agar manusia tidak salah di dalam mengambil keputusan. Beberapa bukti bahwa hikmat diberikan kepada manusia oleh Allah, diantaranya:

1. Salomo diberikan hikmat oleh Allah ( I Raja-Raja 4:29).

2. Pada saat Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Allah memberikan hikmat kepada Musa dalam berbagai macam hal, sehingga bangsa Israel bisa keluar dari tanah Mesir (Keluaran).

3. Setiap Paulus mau melayani Tuhan, Allah tidak tinggal diam, Ia memberikan hikmat kepada Paulus untuk memberitakan firman Tuhan dengan benar.

Manusia tidak dapat mencari hikmat itu (Ayub 28:12-13) tanpa memohon kepada Allah, sebab hikmat merupakan anugerah dari Allah, maka Allah yang bersifat aktif memberikan hikmat kepada manusia, tinggal respon manusianya sendiri di dalam menggunakan hikmat tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.

VI. APA FUNGSI DARI HIKMAT ?

Hikmat berfungsi untuk:

1. Penguasaan diri dalam segala hal, sehingga disiplin rohani nyata di dalam pemakaian hikmat.

2. Menyatakan kuasa dan kasih Allah dalam memberikan hikmat kepada manusia.

3. Menyadarkan manusia tidak dapat mengerti dan tidak akan dapat memilah mana yang baik dan mana yang salah tanpa hikmat dari Allah.

VII. KESIMPULAN DAN APLIKASI

ADAKAH RELASI WAKTU DAN HIKMAT ? (Kolose 4:5-6; Efesus 5:16)

Jawabannya : Ada.

Waktu dan hikmat tidak dapat dipisahkan, sebab hikmat dan waktu saling terikat di dalam satu kehidupan manusia. Justru hidup di dalam waktu membuat kita memakai waktu ini dengan penuh hikmat. Allah meminta setiap umat manusia untuk memakai waktu dengan penuh hikmat.

Hikmat di dalam memakai waktu, menandakan:

1. Sejauh mana pengenalan dan hubungan antara manusia dengan Allah.

2. Sejauh mana kedewasaan rohani seseorang di dalam mendisiplinkan dan mengintensifkan waku yang Allah telah sediakan di dalam seluruh kehidupan manusia.

Memakai waktu dengan penuh hikmat, caranya:

1. Menyelamatkan waktu : tidak memboroskan waktu yang disediakan oleh Tuhan.

Contoh : Sebagian dari remaja dimasa kini, baik di kota besar maupun di kota kecil mengalami kecenderungan dan kebiasaan bermalas-malasan di dalam mengerjakan suatu tugas sekolah atau bermalas-malasan di dalam belajar, sehingga pada saat akan ujian pelajaran sekolah, sebagian remaja melakukan SKS (system kebut semalam) dan keesokan harinya dilanjutkan dengan mencontek. Ini merupakan salah satu contoh tidak berhikmat di dalam memakai waktu, yaitu memboroskan waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar, tetapi ini digunakan untuk main game atau untuk shopping dan ngeceng di mall.

2. Mengintensifkan waktu : Memakai waktu sebaik-baiknya dengan hal yang berguna demi kemuliaan Allah.

Contoh : Sebagian remaja memakai waktu untuk melayani Tuhan di gereja dan ini merupakan salah satu hikmat di dalam pemakaian waktu, namun jangan senang dulu, sebab jika terus-menerus menghabiskan waktu luang hanya untuk pelayanan, namun meninggalkan persekutuan pribadi dengan Allah, maka akan terjadi kesalahan besar, yaitu tidak memakai hikmat di dalam mengatur waktu dengan intensif.

APLIKASI

Kutipan perkataan Rev. Stephen Tong :

”Seseorang yang berhikmat atau bijaksana akan tahu bagaimana menggunakan waktu dengan baik untuk memuliakan Tuhan dan seseorang yang mengenal Tuhan adalah seseorang yang mengetahui bahwa kesementaraannya harus dipertanmggungjawabkan dihadapan Tuhan Allah yang kekal”

.


[1] Grace Arityana, Dynamagz: Apakah Arti Waktu dalan Hidupmu?, (Jakarta: GKY Jemaat Green Ville, 2007), hlm. 3.

Mar 18, 2010 - Uncategorized    32 Comments

Khotbah

RELASI PENGINJILAN DAN PELAYANAN SOSIAL

Nats : Kisah Para Rasul 6:1-7

Tujuan :

  1. Jemaat mengerti relasi penginjilan dengan pelayanan sosial berdasarkan firman Tuhan
  2. Jemaat mengabarkan firman Tuhan melalui pelayanan sosial

Pendahuluan

Ilustrasi : Pernah suatu kali gereja kita ini mengadakan pemeriksaan kesehatan yang diadakan tepatnya di pos sekolah minggu Air Hitam. Kita tahu selama ini pengabaran firman Tuhan selalu disampaikan kepada anak-anak dan remaja Air Hitam. Setiap kali, ada diantara orangtua mereka yang datang untuk mengantarkan anak dan untuk mengetahui apa saja yang dilakukan oleh anak-anak mereka disekolah minggu tersebut. Kita tahu bahwa penduduk di Air Hitam mayoritas belum mengenal Tuhan, namun dengan diadakannya pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim MIPI kita, maka membuat penduduk di Air Hitam membuka hati untuk menerima injil sedikit demi sedikit.

Suatu kegiatan atau pelayanan sosial ternyata cukup berpengaruh bagi masyarakat sekitar, dan ini membuka peluang untuk masuknya kekristenan dan pengabaran injil ke dalam daerah tersebut.

Peralihan : Pelayanan sosial penting dilakukan oleh orang Kristen kepada masyarakat ataupun kepada orang yang membutuhkan bantuan kita. Mengapa demikian? Apakah hubungannya pelayanan sosial dengan penginjilan?

Isi

Jemaat yang dikasihi Tuhan, jelas bahwa pelayanan sosial merupakan bagian dari penginjilan yang tak dapat dipisahkan. Maka dikatakan bahwa pelayanan sosial penting bagi penginjilan. Dalam bahasa Yunani diakonia ditunjukkan kepada pelayanan sosial yang menolong orang-orang membutuhkan dan lebih bermasyarkat, oleh sebab itu gereja atau umat Tuhan tidak anti dengan masyarakat, justru harus berbaur dengan masyarakat, yaitu dengan cara peduli terhadap hidup mereka. Pelayanan sosial bersifat pelayanan kita kepada umum dan konsepnya adalah agar nama Tuhan dimuliakan serta injil dapat disampaikan dengan efektif. Mari, pada hari ini kita belajar dari firman Tuhan, alasan apa saja yang membuat pelayanan sosial itu penting di dalam pengabaran firman Tuhan:

1. Pelayanan sosial sebagai tugas orang Kristen di dalam menaati firman Tuhan

Ulangan 24 dan 26 menyatakan bahwa janda-janda memiliki hak untuk ditolong oleh orang Israel yang memiliki kekmapuan untuk menolong orang-orang yang membutuhkan. Ini adalah ajaran firman Tuhan yang mengajarkan kepada bangsa Israel dari sejak jaman perjanjian lama hingga pada saat ini, untuk melakukan pelayanan sosial. Inilah yang seharusnya juga menjadi perhatian bagi para rasul dan para murid Tuhan pada masa terjadi masalah antara orang Yahudi berbahasa Yunani dengan orang Yahudi berbahasa Ibrani. Mereka mempermasalahkan kebutuhan hidup para janda yang lalai dipenuhi oleh umat Tuhan. Memang kesibukan para rasul pada masa itu di dalam mengabarkan firman Tuhan, sudah membuat para rasul merasa melalaikan firman Tuhan itu sendiri dalam hal pelayanan meja.

Namun, kelalaian tersebut tidak dapat ditolerir dan dibiarkan, justru membuat para rasul menyadari pentingnya dibentuk orang-orang Kristen yang melayani dengan fokus sosial. Dengan kesadaran inilah, maka para rasul meminta para murid Tuhan untuk memilih beberapa orang menjadi pelayan meja (pelayan sosial). Para rasul yang mengkomunikasikan hal tersebut kepada para murid Tuhan dengan maksud, agar mereka juga ikut ambil andil di dalam mejalankan perintah firman Tuhan, khususnya mengenai pelayanan sosial kepada para janda dan kepada orang-orang lain yang membutuhkan bantuan mereka (ay. 2).

Kewajiban sebagai umat Tuhan di dalam mengabarkan firman Tuhan yang dicantumkan di dalam Mat.28 memang penting, namun tidak kalah pentingnya kita menyadari bahwa mat. 28 memiliki makna yang mendalam, yaitu mengabarkan firman Tuhan keseluruh dunia dengan mempraktekkan firman Tuhan di dalam kehidupan sosial. Yang dapat melakukan pelayanan sosial tersebut, jelas adalah orang yang sudah percaya kepada Yesus, sebab sesuai dengan mandat Tuhan dalam mat.28 tersebut.

Dengan kesadaran inilah, maka kita perlu menyadari sebagai seorang Kristen, kita mau mengabarkan firman Tuhan kepada siapapun dengan mempraktekkannya melalui pelayanan sosial kepada orang yang membutuhkan. Bukan hanya agar nama Tuhan dimuliakan melalui kegiatan ini, namun agar pengabaran firman Tuhan dapat disampaikan dengan baik dan efektif, sebab banyak orang yang akan melihat apa yang telah kita lakukan bagi kehidupan masyarakat ataupun bagi orang yang membutuhkan pertolongan dan belas kasihan kita.

Contoh : Kita dapat menjalankan perintah firman Tuhan mengenai pelayanan sosial melalui memberi sumbangan kepada korban bencana alam, atau tetangga kita, orang-orang disekitar daerah kita tinggal yang membutuhkan bantuan kita.

2. Pelayanan sosial sebagai karakter seorang Kristen

Pelayanan sosial yang diadakan oleh para rasul dengan mengajak para murid untuk ikut ambil bagian di dalam pelayanan tersebut, membuahkan ciri khas kekristenan yang baik. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan bertambah eratnya hubungan persaudaraan diantara mereka (ay. 7). Selain itu, hasil yang didapat adalah bertambahnya imam yang menyerahkan diri untuk percaya kepada kebenaran yang datangnya dari Tuhan kita, yaitu Yesus Kristus.

Orang Kristen bukanlah orang eksklusif. Maksudnya adalah orang Kristen adalah orang yang bergaul dengan masyarakat dan mau membantu orang yang membutuhkan. Orang Kristen bukanlah orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan bukan orang yang hanya mementingkan komunitasnya saja tanpa mau bergaul dengan orang lain. Oleh sebab itu, firman Tuhan mengajarkan setiap orang Kristen untuk mengasihi siapa saja dengan praktek melayani melalui pelayanan sosial. Hal ini menjadi ciri khas orang Kristen dimanapun. Karakter yang Tuhan ingin kita miliki adalah karakter sebagai seorang garam dan terang dunia (mat. 5:13). Yang dimaksudkan disini adalah Yesus ingin setiap umat yang percaya kepada-Nya hidup dengan memiliki karakter sebagai seorang yang penuh kasih menjalankan segala perintah Tuhan dengan menjadi pengabar firman Tuhan di dalam pelayanan sosial kepada orang yang belum percaya kepada Tuhan, sehingga mereka beroleh berkat dari Tuhan dan supaya mereka mengenal serta percaya kepada-Nya.

Tuhan menginginkan setiap kita juga sebagai seorang yang percaya kepada-Nya memiliki karakter di dalam menyampaikan kasih kita yang asalnya dari Tuhan kepada setiap orang melalui pelayanan sosial yang dapat kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari, baik pada saat di sekitar lingkungan kita tinggal, di gereja maupun dalam tempat kita bekerja. Memiliki hati dan jiwa sebagai seorang pelayan sosial merupakan gaya hidup yang benar di mata Tuhan, sebab melalui karakter hidup kita, maka akan banyak orang yang melihat siapa Tuhan yang kita sembah dan membuat pintu hati mereka terbuka untuk menerima injil. Mengapa demikian? Sebab kita sudah terlebih dahulu menyatakan di dalam karakter kita bagaimana mengasihi dengan sungguh-sungguh melalui pelayanan sosial. Pelayanan sosial yang kita lakukan janganlah melihat orang, jangan hanya membantu orang yang menguntungkan kita saja, sebab pelayanan sosial dilakukan oleh orang Kristen kepada siapa saja tanpa terkecuali.

Ilustrasi : Yesus sendiri di dalam pelayanannya bukan hanya mengabarkan firman Tuhan di setiap kota, namun Ia juga melakukan penyembuhan dan pengusiran setan. Semuanya Ia lakukan dengan sungguh-sungguh tanpa melihat dari golongan mana orang yang Ia bantu. Apa yang dilakukan Yesus adalah pelayanan sosial, sebab Ia tahu bahwa melalui pelayan sosial ini, firman yang sudah disampaikan oleh-Nya akan lebih melekat ke dalam hati orang yang mendengarkan dan menyaksikan pelayanan Yesus. Dibalik semua itu Yesus menyatakan karakter orang percaya. Bagaimana hidup-Nya untuk menjadi terang dan garam bagi manusia melalui pengabaran injil dan pelayanan sosial.

Penutup

Aplikasi : Siapakah diantara kita yang memiliki hati dan jiwa untuk melakukan pelayanan sosial? Marilah kita sama-sama berkomitmen untuk mau ikut di dalam pelayanan sosial agar nama Tuhan dimuliakan dan pengabaran injil dapat disampaikan.

Mar 11, 2010 - Uncategorized    37 Comments

Khotbah

DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT

Nats : 2 Korintus 8:1-7

Tujuan :

  1. Jemaat mengerti alasan memberikan berkat
  2. Jemaat mengerti aspek-aspek berkat

Pendahuluan

Latar belakang 2 Korintu 8

2 Korintus 8 ini dituliskan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus, dengan maksud ingin mengingatkan mereka akan janji jemaat Korintus. Jemaat Korintus pernah berjanji kepada Paulus untuk memberikan berkat yang mereka miliki berupa sumbangan dana bagi Yerusalem. Namun, dengan berjalannya hari, mereka mulai undur dari janji mereka sendiri dan Paulus melalui surat ini ingin kembali menegaskan apa yang menjadi janji jemaat Korintus.

Peralihan : Untuk dapat menjadi seorang percaya yang membagikan berkat, maka kita perlu mengerti alasan firman Tuhan terhadap berkat tersebut, sehingga berkat itu dapat kita sampaikan kepada sesama kita, saudara ataupun rekan dan keluarga kita.

Isi

Semua manusia di dunia ini mau dan membutuhkan berkat. Berkat umum yang didapat, diantaranya:

  1. Keluarga
  2. Harta
  3. Jabatan
  4. Perlindungan
  5. Kebahagiaan
  6. Kesejahteraan, dll

Orang yang percaya kepada Yesus, akan menambahkan beberapa point berkat, yang saya namakan dengan berkat khusus, diantaranya:

  1. Berkat keselamatan
  2. Firman Tuhan untuk mengarahkan hidup kita
  3. Roh Kudus untuk menegur dan mengingatkan hati kita
  4. Talenta untuk melayani

Namun, jangan dilupakan semua berkat ini harus kita bagikan kepada setiap orang yang membutuhkan, termasuk orang yang belum percaya kepada Tuhan. Mengapa? Ada 3 alasan tentang membagikan berkat yang dapat kita pelajari melalui firman Tuhan pada hari ini:

1. Berkat berasal dari kasih karunia Allah (ay.1)

Di dalam firman Tuhan ini, Paulus menceritakan kepada jemaat Korintus tentang bagaimana komitmen memberi di dalam jemaat Makedonia. Jemaat Makedonia ini adalah salah satu jemaat Paulus yang berhasil di dalam pengabaran injil, sehingga mereka mampu berkomitmen untuk menjadi berkat atau memberi berkat bagi oranglain. Jemaat Makedonia sadar akan pekerjaan Tuhan bagi mereka, sehingga mereka tidak hanya mau menerima dan dinikmati sendiri saja, namun mereka mau membagikannya kepada orang yang membutuhkan, sehingga orang yang mendapat berkat dari jemaat Makedonia pun beroleh sukacita. Mereka mau mensyukuri berkat Tuhan itu dengan membagikan berkat yang mereka dapati kepada orang yang membutuhkan.

Paulus di sini mengingatkan bagaimana berkat adalah anugerah Allah yang diberikan kepada setiap orang percaya. Dengan kesadaran inilah maka, Paulus sebenarnya meminta kepada jemaat Korintus untuk sadar akan kasih karunia Allah ini yang telah mereka terima. Paulus berharap bahwa saat jemaat Korintus membaca surat ini, mereka sadar bahwa mereka memiliki berkat dari Allah maka mereka juga mau bagikan kepada orang-orang di Yerusalem yang pada saat itu sedang membutuhkan dana.

Begitu juga dengan setiap kita sebagai orang yang telah beroleh berkat yang besar dari Tuhan. Kita mau sadar bahwa berkat yang selama ini kita dapat asalnya dari Tuhan dan dengan kesadaran inilah kita tidak maenyimpan berkat itu sendiri saja, namun kita mau membagikannya bagi orang-orang yang ada disekitar kita. Berkat apa saja dapat kita berikan kepada oranglain yang membutuhkan, misalnya: jika kita ini seorang yang berkecukupan di dalam hal materi, maka kita sadari bahwa semuanya itu datangnya dari Tuhan, kita mau bersyukur kepada-Nya dengan bagikan berkat yang kita miliki itu untuk membantu mencukupkan kebutuhan orang-orang yang berkekurangan. Jika kita seorang guru, kita diberi berkat oleh Tuhan untuk mampu mengajar para siswa, maka mari kita gunakan berkat itu untuk mengajar para siswa sebagai ucapan syukur kepada Tuhan.

Contoh : seperti jemaat mula-mula di dalam kisah pararasul. Mereka mau saling berbagi berkat sebagai kesadaran mereka akan asal berkat itu dan ucapan syukur kepada Tuhan atas berkat yang telah diberikan kepada mereka.

2. Memberi berkat bukti ketaatan kepada firman Tuhan (ay. 2-4)

Dalam firman Tuhan kali ini, Paulus menjelaskan melalui suratnya kepada jemaat Korintus tentang alasan lain harus memberikan berkat, yaitu sebagai bukti ketaatan kepada firman Tuhan.

Alkitab selalu mengajarkan kasih dan peduli sesama. Namun, ini perlu dibedakan dengan agama lain. Peduli dan kasih agama lain lebih kepada beroleh ketenangan batin, agar tuhan memberikan mereka pahala yang besar dan agar mereka beroleh selamat. Namun, di dalam keKristenan, kasih dan peduli sesama sebagai lambang nyata perubahan hidup orang yang sudah percaya kepada Tuhan. Hidup orang yang percaya tidak lagi mementingkan diri sendiri, tidak lagi bersikap ingin menang sendiri ataupun ingin menikmati berkat itu sendiri. Namun, saat seorang sudah beroleh keselamatan dari Yesus, maka ia akan patuh terhadap firman Tuhan untuk peduli dan mengasihi sesama manusia. Peduli dan kasih inilah yang menjadi bagian di dalam jiwa orang percaya, sehingga mereka dengan rela hati, sukacita mau memberikan berkat bagi oranglain. Jika kita simak, inilah yang Paulus saksikan tentang jemaat Makedonia. Bahkan dijelaskan oleh Paulus bahwa jemaat Makedonia bukan hanya memberikan berkat berdasarkan kemampuan mereka sendiri, namun mereka mau memberikannya di dalam berbagai situasi bahkan mereka berikan lebih. Inilah bukti firman Tuhan sudah menjadi bagian di dalam jiwa jemaat Makedonia.

Seharusnya firman Tuhan pun menjadi bagian jiwa kita, sehingga saat kita menjalankan firman Tuhan, khususnya pada saat ini mengenai memberi berkat, kita mau memberikannya sebagai suatu ketaatan kepada firman-Nya. Dengan rela dan dengan sukacita kita mau memberikan berkat bagi mereka yang membutuhkan. Memang Tuhan tidak pernah berjanji kepada kita setiap hari menjadi seorang yang kaya atau tidak akan mengalami kesulitan hidup. Namun, ingatlah bahwa firman itu sudah menjadi bagian dari hidup kita, maka kita mau tetap membagikan berkat itu di dalam segala keadaan yang kita alami.

Contoh : suatu kali ada seorang hamba Tuhan yang sudah cukup berusia. Beliau tidak pandai berkhotbah ataupun melakukan pelayanan di atas mimbar. Namun, situasi ini tidak membuat beliau patah semangat. Dengan sukacita dan rela hati beliau melakukan pelayanan lain yang bisa dilakukan dengan baik, yaitu menjadi pendoa syafaat dan melakukan pembesukan. Dikarenakan beliau melakukan dengan rela hati dan cukacita, maka banyak jemaat yang beroleh berkat melalui pelayanannya. Inilah hamba Tuhan yang pernah melayani bersama saya di suatu gereja. Hamba Tuhan ini membuktikan bahwa firman Tuhan sudah menjadi bagian di dalam jiwanya, maka ia taat menjalankan firman itu di dalam kehidupannya sehari-hari.

Keadaan dan situasi bukanlah alasan seseorang untuk tidak membagikan berkat. Justru di dalam keadaan yang sulitlah seseorang bisa menjadi berkat bagi orang lain. Inilah yang menyatakan bahwa firman Tuhan sudah melekat di dalam dirinya dan menjadi bagian di dalam hidupnya, sehingga ia mau taat menjalankan firman Tuhan itu.

3. Memberi berkat sebagai alat bersaksi bagi orang percaya (ay.5-7)

Jemaat Makedonia jelas memberikan berkat bukan hanya berupa materi saja, namun mereka terlebih lagi menyerahkan diri untuk menjadi pengabar-pengabar firman Tuhan. Pertama-tama mereka memberikan dirinya kepada Tuhan, sebagai suatu komitmen pribadi mereka untuk menjadi seorang yang percaya kepada Tuhan dan menjadi seorang yang memperoleh hidup baru, namun, mereka merasa tidak cukup hanya sampai dibagian mereka menyerahkan diri kepada Tuhan. Mereka merasa ada yang masih kurang, yaitu mereka mau memberikan diri mereka menjadi pengabar firman Tuhan. Mengapa demikian? Sebab mereka tahu dan sadar banyak orang yang masih membutuhkan berkat firman Tuhan dan berkat keselamatan. Jemaat Makedonia sudah memperoleh keselamatan dan firman Tuhan itu terlebih dahulu melalui pelayanan Paulus bersama rekan-rekannya, maka jemaat Makedonia mau kembali membagikan berkat itu bagi setiap orang yang belum mengenal Yesus. Mereka memiliki kerinduan yang sangat mendalam untuk menjadi saksi Kristus bagi orang lain, sebab mereka tersentuh hatinya saat menyadari masih banyak orang yang membutuhkan injil, sedangkan hamba Tuhan sedikit.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, melalui bagian ini kita mau belajar bukan hanya kita menyerahkan diri kepada Tuhan sebagai seorang yang percaya, namun saat kita menyerahkan diri kepada Tuhan, kita mau berkomitmen untuk memperoleh hidup yang dibaharui Tuhan. Setelah beroleh hidup yang dibaharui Tuhan, maka kita harus menjadi saksi bagi setiap orang yang belum percaya kepada Tuhan dengan membagikan berkat yang kita miliki. Yang dibutuhkan oleh orang percaya adalah kerinduan untuk membagikan berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita, sehingga kita menjadi saksi Kristus ditengah dunia. Seseorang bisa saja menjadi berkat berupa kesaksian yang dilakukan bukan di atas mimbar, namun melalui teladan hidup yang disampaikan kepada orang yang belum percaya kepada Allah.

Contoh : Yosua adalah pemimpin bangsa Israel yang Tuhan telah pilih. Ini merupakan berkat baginya, maka Yosua mau membagikan berkat itu dengan menjalankan kepemimpinannya sesuai dengan firman Tuhan, sebab ia mau menjadi saksi di dalam bangsa Israel. Begitu juga dengan setiap kita. Ia tahu saat ia menyatakan diri dihadapan Tuhan siap untuk menjadi pemimpin dengan berbagai proses yang harus ia alami terlebih dahulu, maka ia sadar kini ia mengalami pembaharuan hidup dari Tuhan dan harus ia buktikan melalui kesaksian hidupnya kepada bangsa Israel.

Diantara kita ada yang menjadi pemimpin, baik pemimpin rumah tangga, pemimpin bagi anak-anak kita pemimpin perusahaan, pemimpin gereja. Saat kita dipilih menjadi pemimpin, maka jadilah saksi melalui kepemimpinan kita ini. Tuhan yang sudah memberikan kita berkat kepercayaan untuk menjadi seorang pemimpin, maka kita mau bagikan berkat itu sebagai pembaharuan hidup kita di dalam Tuhan, sebab kita ada alah saksi Kristus bagi sesama manusia, khususnya bagi setiap mereka yang belum mengenal Kristus.

Penutup

Aplikasi : Jadilah berkat bagi sesama manusia dengan menyadari bahwa:

  1. Berkat berasal dari Tuhan
  2. Memberi berkat adalah ketaatan kepada firman Tuhan (menjadi bagian dari jiwa kita)
  3. Memberi berkat sebagai alat bersaksi bagi orang yang belum mengenal Kristus (bukti pembaharuan hidup di dalam Kristus)

***********************

Pages:12»