May 23, 2012 - Uncategorized    Comments Off

TUJUAN HIDUP

Nats : Matius 5:13-16

Dunia kini mengalami berbagai macam kegiatan yang membuat setiap penghuninya mengalami kesibukan. Kesibukan yang dialami oleh setiap manusia di belahan dunia adalah kesibukan yang membawa mereka kepada suatu upaya pencapaian  tujuan tertentu baik di dalam memenuhi kebutuhan utama bagi hidup mereka, maupun jenjang karier yang ingin diraih oleh setiap manusia. Bisa pula untuk mencapai kekayaan dan kekuasaan tertentu yang mampu membawa manusia kepada ketenaran dan penghargaan dari dunia. Banyak juga manusia yang mengorbankan segala sesuatu untuk mencapai kepopuleran, sehingga tujuan hidup semakin tidak jelas. Bagaimana dengan setiap kita sebagai manusia yang hidup dan tinggal di dalam dunia? Apa tujuan kita hidup di dalam dunia ini sebagai orang Kristen?

Dalam firman Tuhan, Yesus mengajarkan tentang menjadi terang dan garam bagi dunia. Beberapa orang Kristen belum memahami garam dan terang tersebut. Apakah kita sendiripun sudah mengerti makna yang sesungguhnya menjadi garam dan terang dunia? Sebenarnya tujuan hidup orang yang percaya kepada Tuhan adalah menjadi garam dan terang dunia.

Menjadi garam dunia berarti menjadi seorang Kristen yang mampu memberi rasa di dalam kehidupan manusia yang khususnya belum percaya kepada Tuhan. Contohnya:menjadi pendamai di tengah pertengkaran. Menjadi terang dunia berarti menjadi seorang Kristen yang mampu menyinari kegelapan yang terjadi di dalam dunia. Contohnya: tidak mengikuti pergaulan dunia yang buruk. Apakah hanya sampai di situ saja makna garam dan terang dunia? Ternyata tidak. Ternyata menjadi garam dan terang dunia membutuhkan komitmen diri yang berupa:

1. Pengendalian diri

Pengendalian diri berarti memelihara serta menjaga diri agar tidak terbawa oleh arus zaman yang kacau. Zaman ini kebenaran firman Tuhan menjadi salah satu pilihan dan bukan menjadi hal yang mutlak dimiliki semua manusia. Akibatnya banyak isi firman Tuhan yang diselewengkan atau dipergunakan untuk kepentingan yang tidak baik. Di dalam memelihara dan menjaga diri agar tidak terbawa arus zaman, maka perlu dari awal memulai diri untuk memelihara dan menjaga firman di dalam kehidupan pribadi. Bagaimana bisa memelihara dan menjaga diri namun tidak memelihara dan menjaga firman itu terlebih dahulu. Oleh sebab itu di zaman ini banyak orang Kristen salah menanggapi firman Tuhan ataupun tidak bertumbuh dalam kerohanian. Tidak ada gunanya memperdebatkan isi alkitab jika tidak mengalami pertumbuhan iman sama seperti garam yang tidak asin lagi pasti akan dibuang sebab tidak ada lagi gunanya atau seperti lilin yang sudah habis dan tidak bisa digunakan lagi sebagai penerang. Andaikan kita sibuk dengan kegiatan dunia tanpa melihat dan mempertahankan kebenaran (segala macam cara halal demi mencapai kebutuhan hidup kita atau kehendak kita) maka kita tidak mampu mengendalikan diri. Tuhan ingin agar pengendalian diri itu nyata di dalam kehidupan rohani orang Kristen. Bukan hanya saat di gereja, namun juga saat berada di rumah, di kantor, di sekolah, di masyarakat, di mall.

2. Penyangkalan diri

Penyangkalan diri berarti berani menyangkal yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Penyangkalan diri memang tidaklah mudah dilakukan sebab akan banyak rintangan dan penolakan dari kehidupan dunia yang penuh dengan kompromi. Penyangkalan diri berarti menolak kompromi sama seperti garam yang tidak akan pernah manis rasanya dan terang tidak akan pernah berubah kegunaannya. Andaikan kita sibuk dengan kegiatan dunia sehingga berkompromi dengan dosa, maka kita tidak lagi menjadi garam dan terang dunia. Ingatlah bahwa menyangkal diri tidak dipengaruhi oleh apapun termasuk oleh kesibukan kita di dalam mencapai tujuan hidup kita ataupun dalam memenuhi kebutuhan utama kita untuk melangsungkan kehidupan kita. Ingatlah Tuhan ingin kita mampu menyangkal diri dari kehidupan dunia yang salah, sebab kitalah garam dan terang dunia.

Aplikasi: marilah kita menjadi orang Kristen yang dapat mengasinkan dunia dan menjadi terang bagi dunia yang gelap. Kesibukan kita di dalam dunia tidak bisa membuat kita merasa lelah dan berkompromi maupun tidak peduli dengan kebenaran firman Tuhan. Sebab firman Tuhan akan tetap ada disegala keadaan dan segala tempat.

Comments are closed.